Selasa, 09 Agustus 2016

Srikaya, buah nyentrik rasanya legit dan manis

          
           Srikaya atau bahasa Inggrisnya Sugar-Apple, dalam bahasa Indonesia disebut Srimatikiya atau umumnya disenut SRIKAYA merupakan buah yang bentuknya begitu nyentrik, kalau sudah makan satu buah, rasanya kurang karena unik serta manis yang di miliki buah ini.
Rasanya sangat pahit kalau Srikaya ini masih mentah dan tidak bisa dimakan, kalau masih muda warnanya hijau dan apabila sudah matang warnanya berubah menjadi kekuning-kuningan dan agak coklat yang siap untuk di santap, dan yang pasti rasanya wuahhh manis sekali, makanya orang-orang Eropa menyebutnya gula apel atau sugar-apple.
Akan tetapi ada satu hal mengapa buah srikaya ini tidak begitu populer dan saya sebut juga nyentrik, hal tersbut adalah biji pada buah ini, bijinya terlalu banyak dan setiap dagingnya yang berwarna putih pada buah srikaya ini selalu ada biji yang menemaninya, jadi untuk makan buah ini harus pelan-pelan dalam menikmati rasanya yang manis, kalau tidak bukannya rasa manis yang kita dapat, melainkan rasa yang cukup pahit apabila kita sempat mengigit bijinya.
 
Srikaya juga disebut Annona squamosa  merupakan golongan buah manis Annona yang berasal dari daerah tropis, yang kulit dan dagingya menyerupai buah sirsak, akan tetapi lebih kecil dan manis, lain dengan sirsak yang rasanya di dominasi rasa asam.
Pada daging srikaya yang manis ini banyak kandungan zat besi yang sangat baik untuk nutrisi tubuh pada manusia.

Selain rasanya yang manis, srikaya juga banyak mangandung banyak nutrisi antara lain karbohidrat, protein, vitamin-vitamin terutama vitamin C yang cukup banyak terkandung pada buah ini, meneral-mineral seperti pottasium, kalsium, magnesium, sodium dan sedikit meneral lainnya.
Melihat banyaknya kandungan nutrisi di atas tentunnya sangat baik manfaatnya untuk kesehatan pada tubuh kita, bahkan sebagai obat untuk beberapa penyakit.
Menurut penelitian dan pengalaman para nenek moyang kita, bukan hanya buahnya yang bermanfaat untuk pengobatan, daunnya pun bisa di manfaatkan sebagai obat-obatan untuk menyembuhkan beberapa penyakit pada tubuh manusia.

Itulah srimatikiya atau srikaya yang nyentrik, manis dan legit, yang memakannya pasti ketagihan.. silahkan mencobanya untuk yang belum tahu rasa manisnya buah srikaya ini.





 







Minggu, 07 Agustus 2016

Pepaya "kates" Thailand Buah manis nan legit rasa tiada duannya,buah,daun dan bijinya banyak gunanya.



           Pepaya lonjong atau pepaya Thailand rasanya sangat berbeda dengan pepaya pada umumnya, pepaya atau "kates" ini rasanya manis-manis gimana gitu...? manisnya berbeda dengan manisnya gula, ini manisnya sungguh luar biasa, yang belum matang sekalipun ngak kala enak kalau di buat untuk rujakkan, apalagi rujakanya rame-rame,, wahh semakin uenak rasanya.


         Pepaya kalau bahasa jawanya di sebut juga dengan "Kates", tumbuhan buah kates ini berasal dari benua Amerika sana, dan kemungkinan besar yang membawa bibit-bibit kates ini ke daerah Asia adalah orang-orang Belanda atau orang-orang Eropa pada jaman dahulu kala. Kini pepaya menyebar di seluruh daerah tropis di seluruh bumi.
Di hutan biasanya pepaya ini menjadi makanan favorit burung-burung dan binatang pemakan buah lainnya.
Pepaya dari golongan tumbuhan Carica atau carica papaya L , jadi nama aslinya papaya, bahasa Indonesia pepaya yang di ambil dari bahasa Belanda "papaja", ngak jauh berbeda dengan nama aslinya.
           Banyak sekali jenis buah pepaya ini, ada pepaya Bangkok yang tak jauh berbeda dengan pepaya Thailand yang memang hampir sejenis.
Pepaya Solo F1  berasal dari Hawai yang merupakan jenis hibrida unggul.
Pepaya callina atau lebih di kenal dengan pepaya calofornia, yang merupakan varietes pepaya hasil pumuliaan oleh tim Pusat Kajian Hortikultura Tropika atau PKHT di Institut Pertanian Bogor,Indonesia. Dan juga masih banyak lagi jenis-jenis pepaya lainnya yang rasanya enak-enak untuk di makan sebagai pencuci mulut ataupun di buat rujak, nah untuk yang di buat rujak ini yang paling enak pepaya yang setengah matang ataupun yang masih muda.

           Buah pepaya manfaatnya juga banyak untuk kebutuhan nutrisi tubuh manusia antara lain kandungan vitamin A yang cukup baik untuk kesehatan mata, pepaya juga baik buat pencernaan manusia. Seperti yang sudah saya sebutkan di atas pepaya umumnya paling enak di buat untuk rujak an, selain memberikan sensasi tersendiri karena pedasnya rujak tadi, pepaya juga bisa menyatukan para ibu-ibu yang biasanya sibuk dengan kegiatannya masing-masing, dengan membuat rujak kates ini biasanya ibu-ibu bahkan bapak-bapak bisa berkumpul rame-rame sambil bercanda untuk menikmati rujak "kates" yang penuh sensasi pedasnya, kalau ngak pedas bukan rujak kates namanya. 

          Daun papaya muda juga bisa di gunakan untuk sayuran, kalau orang jawa menyebutnya sebagai urap-urap, yaitu daun pepaya muda yang di campur sama sayuran lain, parutan kelapa, rempah-rempah dan bumbu-bumbu, yamg ahirnya menjadi santapan yang nikmat yang disebut urap-urap.
Daun pepaya muda juga berguna sebagai ramuan obat-obatan untuk beberapa jenis penyakit pada manusia maupun hewan ternak, demikian juga dengan biji kates juga bermanfaat untuk keperluan kesehatan pada tubuh manusia.
Jadi buah pepaya bukan hanya rasa buahnya yang enak tetapi juga sangat baik unuk keperluan nutrisi pada tubuh manusia.

Demikian sekilas tentang buah pepaya "kates" yang saya peroleh dari dari laman wikipedia dan pengalaman pribadi saya sendiri. Semoga bermanfaat untuk anda semua.





<<<< Kembali ke Halaman Utama              
   
                                Atau baca juga :  








kesemek buah klasik yang manis dan renyah

kesemek 


         Kesemek merupakan jenis buah-buahan yang tidak banyak di sukai orang,padahal buah ini rasanya lumayan enak dan renyah.
Kesemek juga di kenal dengan nama buah kaki atau nama ilmiahnya Diospyros kaki, tanaman buah ini awal mulanya berasal dari pegunungan Cina, seiring bertambahnya manusia buah ini tersebar ke wilayah-wilayah Asia tenggara, Jepang, Malaysia,Thailand , Indonesia, dan sekitarnya, untuk wilayah Indonesia sendiri buah ini banyak tumbuh di daerah Sumatra utara, Jawa barat dan Jawa timur, umumnya tanaman buah kesemek ini tumbuh subur di daerah dataran tinggi atau daerah pegunungan.

         Buah kesemek ini banyak mengandung vitamin dan gizi, walaupun rasanya sedikit sepat akan tetapi para petani dan pedagang buah ini tidak kehilangan akal supaya rasa sepatnya bisa hilang, yaitu dengan cara di olesi dengan air kapur dan di peram, coba anda lihat kalau ada pedagang buah ini, pasti buah kesemek ini seperti di bedakin, kayak anak-anak balita habis di mandiin...heheheheee.
Buah kesemek ini dapat dimakan langsung dalam keadaan segar dengan mengupas kulitnya terlebih dulu, dan rasanya pasti renyah dan enak, bisa juga di keringkan untuk di buat sebagai selai, agar-agar kesemek, dan juga bisa di olah sebagai es krim kesemek, pasti rasanya berbeda, kesemek ini tidak terlalu manis karena kandungan gulanya tidak begitu banyak,jadi cocok sekali di komsumsi oleh orang yang yang sedang memiliki diabetes.
           Rasa sepat yang terdapat pada buah kesemek ini karena buah ini mengandung zat tanin yang di namai tanin-kaki, akan tetapi zat ini akan berkurang dengan sendirinya seiring masaknya buah.
Menurut artikel di laman wikipedia, zat tanin-kaki ini umumnya di manfaatkan sebagai pengawet berbagai kerajinan tangan, membantu produksi arak-beras di negara Jepang serta bahan pengobatan penyakit hipertensi.
Karbohidrat, fruktosa, glukosa, protein, vitamin A dan kalium terdapat pada buak klasik kesemek ini, yang cukup baik untuk nutrisi pada tubuh kita.

Anda ingin mencoba dan merasakan gimana renyahnua buah kesemek ini?, silahkan anda membeli di pasar-pasar tradisionl atau pedagang buah-buahan, banyak pedangang buah yang menjual buah kesemek ini.



                                                                         



Beranda